Skip to content

Lulus…!!!

Desember 13, 2008

Juli 2008 lalu, akhirnya anakku yang paling besar, Billa, lulus dari sekolah dasar.  Rasanya lega juga bisa melewati moment seperti itu. Walaupun tidak terlalu was-was, tapi kadang ada juga perasaan khawatir saat itu.. jangan-jangan nilai UASBN nya jatuh. Kalau melihat berita-berita di televisi,  sebelum melaksanakan UASBN sampai-sampai ada orang tua dan anak-anak yang melaksanakan do’a bersama dan istighosah segala. Sebegitu beratkah beban yang harus dihadapi anak-anak yang mau menghadapi ujian kelulusan? ahh..padahal mereka baru sekolah dasar.

Yang aku khawatirkan benar terjadi, hasil UASBN ternyata mengecewakan.  Ternyata nilai Billa diluar prediksi. Padahal itu adalah pelajaran favoritnya dan saat mengikuti try out hasilnya meyakinkan. Dan Billa termasuk anak yang diatas rata-rata dikelasnya. Saat itu, guru-gurunya di sekolahnya pun sempat kaget melihat hasil yang didapat Billa termasuk kami orang tuanya. Kami meminta kepada pihak sekolah untuk untuk melihat berkas hasil ujian Billa. Maksudnya agar kami bisa mengetahui hal dasar yang membuat pengaruh besar terhadap nilai anak kami. Apakah tegang, atau soalnya memang sulit atau salah mengisi atau ada faktor teknis lain yang mempengaruhi hasil.

Ternyata berkas tersebut tidak bisa dilihat karena sudah menjadi dokumen negara.  duhh…Kami sempat terkaget-kaget karena ternyata kami hanya bisa pasrah dengan hasil yang diterima tanpa bisa klarifikasi. Pihak sekolahpun sudah berusaha membantu untuk klarifikasi hal tersebut, tapi ternyata mentok juga. Akhirnya kami menerima nilai tersebut dengan pasrah tanpa tahu langkah apa yang harus dilakukan untuk menghindari kejadian tersebut berulang. Jika kami tahu penyebabnya, maka kedepan ada satu pola yang akan kami terapkan  untuk membantu anak kami melewati masa-masa ujian seperti itu.

Aku yang bukan pakar pendidikan kadang berfikir apakah ada suatu cara yang lebih baik untuk membuat satu standar kelulusan untuk anak yang baru berusia 12 tahun ? Jika mengenang jaman dulu aku SD, jaman baheula aku sekolah, rasanya tidak ada beban apa-apa. Mau ujian kelulusan, belajar seperti biasa aja, gak khawatir sama sekali. Waktu main pun lebih banyak dan lebih asyik.  Sekarang ? pulang sekolah sudah jam 3 sore, belum ditambah dengan kursus bahasa inggris, matematika dan musik.. tapi anehnya anakku sangat enjoy dan yang meminta seabreg kegiatan ekskul dan les tambahan adalah dia sendiri… sudah beda jaman kali ya.

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: