Skip to content

Surat dari Jasmine

Desember 16, 2008

coretan

Malam ini aku asyik depan computer. Tiba-tiba anakku yang bontot memelukku dan seperti biasa kalo ada sesuatu yang penting menurutnya dia akan bisik-bisik..

“Bunda.., ade punya kejutan buat Bunda…” katanya. Jasmine memang memanggil dirinya dengan sebutan Ade.

“O..ya !!!” jawabku, ekspresiku harus dibuat sekaget mungkin karena kalo ekspresinya biasa-biasa, jasmine akan protes.

” apa tuch….?” , dengan nada exiting tentunya.

“Bentar ya Ade ambil dulu ” masih dengan berbisik Jasmine menjawab. Dengan berlari dia kembali ke kamarnya..

Dengan ekspresi happy, dia kembali menghampiriku dan seperti biasa kalo mau memberi kejutan kami sekeluarga biasa mengekspresikan agak heboh ” elem dulu elem….” . maksudnya sih “merem dulu merem…!!!”).

Aku tutup mata, pura-pura sich dan dia menyimpan sesuatu ditanganku.

” Taratttttttt…..!!  buka matanya….!!”  suara Jasmine agak melengking

Aku membuka mata  “Haaaaaaaah… apa ini De…!!! ” kataku.,  ekspresiku harus dibuat amat kaget dan exiting.

“surat buat bunda….”jawabnya. Ekpresi jasmine saat ini kalem..cool, kayak orang yang menang perang..

“Wah.. terima kasih…” jawabku seneng (kali ini bener-bener seneng.).

Sebuah pelukan dan kecupan di hidungnya yang mungil aku berikan, sebagai tanda terima kasih.

“Boleh dibuka ? ” tanyaku

“Boleh….” jawab Jamin. wajahnya happy. dan seperti menunggu ekspresiku selanjutnya.

Aku buka dan ternyata dia menulis dan menggambar sesuatu, “Wah… apa ini cantik…” kataku.

Belum sempat aku baca, Jasmine sudah mengambil lembaran kertas lipat berwarna kuning dengan warna putih disebaliknya dari tanganku..

“Sini Ade bacain ya…” potongnya. “Disekitar ade ada Bunda mau beli kambing..” dia melanjutkan.

“ohhhhh…., ceritain dong sama Ade.”, pintaku..

“Gini Bunda, ini kan Ade”. dia menunjuk gambar anak kecil.

“dan yang ini Bunda..” dia menunjuk gambar perempuan yang agak besar.

“Nah ini kambing Ade ” , ade menunjuk gambar kambing.

“Waktu kemaren kan Ade beli kambing, dan ini harganya..”. dia menunjuk tulisan angka, yang menurutnya adalah harga kambing, tulisannya sich 500.9.

“wah bagus banget De…” kataku tulus.. “Bunda seneng banget..dan ini pasti ade cerita tentang qurban kemaren kan..?”, lanjutku.

“Iya.. dan ini kambingnya perempuan, cantik, jadi bulu matanya lentik ” lanjutnya lagi. Aku amati gambarnya lagi dan memang dia gambar kambingnya dengan bulu mata lentik dan bibirnya seperti untuk menggambarkan kambing betina.

“oh… hebat Ade…, terima kasih ya…Boleh Bunda simpen” kataku

“Boleh….” ekspresi puas terpancar dari wajahnya.

Itu adalah sepotong kisah tadi malem. Kisah yang teramat biasa, tapi buat buatku memberikan pesan tersendiri.

Aku merenungkan yang sudah Jamine tulis dan gambar. Buat Jasmine, acara qurban kemarin sangat berkesan rupanya.

Aku jadi membayangkan, bagaimana seandainya yang kita berikan kepada anak-anak adalah referensi atau kejadian-kejadian tentang sesuatu yang kurang baik bahkan cenderung buruk. Misalnya pertengkaran orang tua, perilaku yang kasar atau secara tidak sengaja kita melakukan sesuatu yang buruk didepan mata anak-anak.

Artinya secara permanent mereka akan  rekam di memorinya dan itu akan dijadikan referensi..

Duhhhh… mudah-mudahan aku bisa memberikan referensi yang baik-baiksaja untuk anak-anakku.. semoga.

Malam ini aku menikmati malamku dengan secercah harapan untuk masa depan anak-anakku, “ijinkan hamba menyertainya sampai mereka menjadi dewasa dan berguna untuk orang lain Ya Alloh ‘, sepenggal do’a kupanjatkan..amien..

Bandung, 14 Desember 2008, 20.21WIB.

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: