Skip to content

Kalau marah…ngapain ya?

Desember 21, 2008

05.22 pagi, sms masuk………….. isi tidak berkenan di hati, kesellll

telepon balik…. biar clear… cuma ngobatin 1/2 saja .. masih kesel

Kalo dipikirin.. tambah kesel..

jadi…….Ambil sepatu, .. pake setelan lengkap buat jogging …….RUNNNNNNNNNNINGGGGGGG.

satu putaran.. dua putaran.. tiga putaran, aku gak mau berhenti… nafas ngos-ngosan.. rada sesek… tapi aku mau terus lariiiiiii biar gak keselllllllllllll….  empat putaran …lemes….!!!!

ternyata rada lega.. aku nungging gaya yoga yang diajarkan guru senam, 30 hitungan aku tahan.. keringat bercucuran..aku  cuek…

40 hitungan aku udah gak tahan, posisi berdiri tegak lagi… plong…

Merem…tarik nafas… ahhhh lumayan…kupandangi sawah yang membentang disisi kanan tempat joging… hijau.. nikmat. ademmmmm

Jum’at kemaren gak sengaja ngomongin tentang  marah juga.

Ada yang  kalo marah sama orang,  maka  akan pergi tanpa berkata apapun

Ada orang yang marah dengan memaki-maki, nunjuk-nunjuk dan setelah itu selesai… dia bisa tenang, seolah-olah tidak terjadi apa-apa (padahal yang dimarahin masih sakit hati…he he ).  Menurutnya dengan mengeluarkan unek-uneknya maka ada perasaan puas dan tidak ngedumel lagi.

Ada juga yang marah, terus pergi,  pasang wajah cemberut sepanjang hari dan menunggu orang ybs untuk datang menyelesaikannya

Ada juga yang marah,  mencoba menyelesaikan masalah saat itu, dengan kalimat setenang mungkin  (walau dipaksakan)…selanjutnya menangis.. ha ha ha

Aku punya kutipan hadis tentang marah :

‘Sebaik-baik anak Adam ialah mereka yang lambat marahnya dan segera pula reda apabila sudah marah, dan sejahat-jahat anak Adam ialah yang cepat marahnya dan lambat pula reda marahnya.’
(Hadis petikan Imam Ghazali dalam kitab Mauizhatul Mukmin)

Berikut tips untuk melenyapkan marah :

1. Bacalah ta`awudz.

“Dua orang lelaki telah bermaki-makian di majlis Nabi s.a.w. Yang satu memaki temannya dalam keadaan marah sedang wajahnya merah padam. Maka berkata Nabi s.a.w. , “Aku tahu penawarnya, jika dia mengucapkan audzubillahi minasy Syaitanirrajiim, niscaya akan lenyaplah apa yang merasuknya.”  (Hadis Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

2. Ganti posisi.

Jika ucapan ta`awudz belum juga menghilangkan marah, posisikan tubuh kita menjadi lebih rendah dari sebelumnya. Misalnya, jika amarah datang sementara kita sedang berdiri, maka duduklah. Atau jika sedang duduk, rebahkanlah tubuh.. atau lari macem yang aku lakukan (kan sama ganti posisi juga)

3. Diam atau tidak berbicara.

Cara ini sangat ampuh untuk mengontrol amarah. Berbicara saat sedang marah sangat berbahaya, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad disebutkan, “Apabila di antara kalian marah, diamlah”. Kalimat ini diucapkan Nabi Muhammad hingga tiga kali.

4. Berwudhu

“Sifat marah itu daripada syaitan, dan sesungguhnya syaitan itu diciptakan daripada api. Dan api hanya dapat dipadamkan dengan air. Maka jika seseorang daripada kamu marah, hendaklah ia berwudhu”  (Hadis Riwayat Ahmad)

5. Ingin lebih tenang lagi?

Lanjutkan dengan salat Syukrul Wudhu sebanyak dua rakaat. Salat ini bisa dilakukan kapan saja, kecuali pada saat yang diharamkan, yaitu seusai Isya dan Magrib atau seusai Subuh dan Duha ( saat terbenam dan terbit matahari).

6. Do’a untuk melenyapkan marah :

Allahummagfirlii dzambi wa adzhib ghaizha qalbii wa ajirnii minasysyaithaan.
“ya Alloh ampunilah dosaku, hilangkan kemarahan hatiku, dan lindungilah aku dari syaitan.” (Hr.Abu Daud)

Masalahnya kalau lagi marah suka lupa melaksanakan wudhu atau baca do’a untuk menghilangkan marah.. duhhh

Iklan
One Comment leave one →
  1. Borondong Garing permalink
    April 28, 2009 7:14 am

    eta sadayana tos dicobian teua acan ceu !!
    abdi oge gaduh panyawat upami nuju ambek teh mendingan diem tara nyarita ceu ! daripada nyarita sabalang bentor, rumasa da gede ambeuk.
    he he he he bawaan orok ! ! ! ! ! cenah ceuk tatangga !
    Nuhun referensina bade nyobian !

    sapurasun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: