Lanjut ke konten

Tips Agar Anak Remaja Tidak bermasalah dalam Belajar

Desember 28, 2008

Hari sabtu 27 Desember, aku dapat jadwal untuk PTI (Parents Teacher Interview) di sekolah anakku yang paling besar. Ada selebaran yang diberikan kepada orang tua yaitu tips  agar anak tidak bermasalah dalam belajar. Dibawah ini aku kutip point-pointnya.

1.     Posisikan diri kita sebagai teman dekat yang terpercaya untuk remaja dapat bersikap terbuka, jujur tanpa rasa takut, cemas atau panik menerima marah, caci maki atau sikap curiga dari pihak orang tua.

2.     Bertemanlah dengan remaja sesuai dengan perilaku dan bahasa yang biasa digunakan mereka

3.     Bertemanlah juga dengan teman-teman mereka dan ijinkan rumah kita sebagai tempat berkumpul

4.     Ciptakan suasana rumah yang nyaman untuk remaja agar dapar bebas berkreasi sesuai dengan minat dan bakatnya

5.     Ciptakan suasana belajar yang santai, riang dengan tidak diselingi menonton acara televisi atau mendengarkan siaran radio

6.     Jika mereka mengajukan pertanyaan yang sulit dijawab atau tidak dipahami, bicaralah jujur untuk menunda jawabannya supaya mereka pun tahu bahwa orang tua selalu berusaha belajar

7.     Bersikap terbuka untuk berbicara tentang hal-hal yang bersifat mengundang keinginan tahu dan mencoba, misalnya masalah pacaran, perilaku seks sebelum menikah dan bahaya narkoba serta beberapa jenis penyakit kelamin dan HIV/AIDS

8.     Jika mereka sulit berkonsentrasi, maka berikanlah waktu belajar sambil bermain sesuai dengan minat mereka agar tidak bosan

9.     Ijinkan mereka belajar berkelompok, tetapi tetap memberikan perhatian agar efektif waktu belajarnya

10. Berikan aturan tentang pembagian belajar dan bermain dari hasil kesepakatan antara mereka dengan orang tua

11. Berikan penghargaan berupa pujian, kata-kata yang menyenangkan untuk setiap kemajuan atau keberhasilan dari mereka, atau hadiah kecil berupa sajian makanan yang disukai oleh mereka.

12. Jika mereka melakukan pelanggaran dalam proses belajar, maka tanyalah alasannya dalam suasana yang bersahabat, BUKAN DENGAN MARAH, CACI MAKI atau HUKUMAN FISIK. Berikan hukuman yang bersifat mendidik seperti misalnya pengurangan jam bermain atau membantu membenahi pekarangan.

Iklan

Reference : Mengurangi Polusi Udara akibat Gas Buang PLTU Batubara

Desember 27, 2008
Menuju PLTU Ramah Lingkungan

Oleh :
Mukhlis Akhadi (Badan Tenaga Nuklir Nasional)

Meski batubara termasuk sumber energi tak terbarukan, namun hasil penelitian menunjukkan bahwa cadangan batubara di dunia saat ini masih sangat melimpah. Terhitung pada tahun 1990, jumlah cadangan batubara dunia diperkirakan mencapai 1.079 milyar ton dan masih dapat diandalkan sebagai sumber energi dunia hingga lebih dari 230 tahun, bahkan diperkirakan dapat mencapai hingga 300 tahun mendatang. Di Indonesia sendiri, berdasarkan data pada P.T. Tambang Batubara Bukit Asam, hingga tahun 1991 jumlah batubara yang ditambang baru sebesar 14.478 ribu ton, dari total cadangan yang diperkirakan sebesar 34 milyar ton.

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batubara memiliki dua reputasi yang saling bertolak belakang. Di satu fihak PLTU betubara mempunyai reputasi baik karena mampu memproduksi listrik dengan biaya paling murah dibandingkan sistim pembangkit listrik lainnya. Biaya operasi PLTU batubara kurang lebih 30 �ebih rendah dibandingkan sistim pembangkit listrik yang lain. Namun di lain fihak, PLTU batubara juga mempunyai reputasi buruk karena merupakan sumber pencemar utama terhadap atmosfer kita.

Selama ini reputasi bahan bakar fosil, terutama batubara, memang sangat buruk apabila dikaitkan dengan masalah pencemaran lingkungan. Walaupun stasiun pembangkit listrik batubara saat ini telah menggunakan alat pembersih endapan (presipitator) untuk membersihkan partikel-partikel kecil dari asap pembakaran batubara, namun senyawa-senyawa seperti SOx dan NOx yang berbentuk gas dengan bebasnya naik melewati cerobong dan terlepas ke udara bebas. Kedua gas tersebut dapat bereaksi dengan uap air yang ada di udara sehingga membentuk H2SO4 (asam sulfat) dan HNO3 (asam nitrat). Keduanya dapat jatuh bersama-sama air hujan sehingga mengakibatkan terjadinya hujan asam. Berbagai kerusakan lingkungan serta gangguan terhadap kesehatan dapat muncul karena terjadinya hujan asam tersebut.

Fenomena hujan asam sebetulnya sudah dikenali oleh para pemerhati lingkungan sejak tahun 1950-an. Namun masalahnya menjadi bertambah parah seiring dengan semakin meningkatnya permintaan energi listrik yang disuplai melalui PLTU batubara. Masalah hujan asam mungkin akan merupakan masalah lingkungan jangka panjang yang teramat serius.

Hujan asam bisa juga menjadi isu politik besar terutama karena sumber asal dan para korbannya sering berada di tempat yang berbeda. Bahan pencemar NOx dan SOx dapat bergerak terbawa udara hingga ratusan bahkan ribuan kilometer, mencapai lintas batas antar negara. Di samping itu, sangat sulit untuk menunjukkan secara pasti sumber-sumber polutan yang menyebabkan terjadinya hujan asam di suatu kawasan/negara tertentu. Emisi gas asam dari negara-negara bagian di Lembah Sungai Ohio di Amerika Serikat yang padat industri, termasuk Missouri dan Tennessee, terbang ke timur dan utara keluar dari wilayah AS menuju ke New England dan Kanada.

Keasaman Air

Dalam keadaan udara bersih, air hujan bersifat agak asam dengan derajad keasaman (pH) 5,6. Penyebab keasaman ini adalah adanya senyawa carbon dioksida (CO2), suatu senyawa alamiah penyusun udara yang dalam air hujan membentuk asam lemah. Senyawa ini dikeluarkan baik oleh manusia, hewan maupun tanaman melalui sistim pernafasan. Air hujan dikatagorikan sebagai asam apabila nilai pH-nya di bawah 5,6.

Air untuk konsumsi manusia harus memiliki nilai pH antara 6-9. Asam dalam air hujan menambah kemampuan air itu untuk melarutkan dan membawa lebih banyak logam-logam berat keluar dari tanah, seperti merkuri (Hg) dan aluminium (Al). Air asam ini juga dapat melarutkan tembaga (Cu) dan timbal (Pb) dari pipa-pipa logam untuk menyalurkan air. Peristiwa ini tentu saja akan menggganggu persediaan air untuk konsumsi manusia. Air dengan pH 5 menyebabkan ikan salem dan farel tidak mampu berkembang biak. Pada pH sekitar 4,5, ikan lenyap dari danau. Sedang pada pH 4, danau menjadi tanpa kehidupan. Pada pH mendekati 3, daun tanaman menjadi rusak.

Di berbagai belahan dunia, manusia mulai semakin menyadari perlunya menyelamatkan lingkungan hidup. Tindakan-tindakan protektif kini sedang digiatkan untuk melindungi sumber-sumber alam yang tak ternilai harganya ini dari kehancuran total. Salah satu upaya protektif untuk melindungi kekayaan hayati ekosistim alam ini adalah dengan memperkenalkan berbagai jenis teknologi yang dapat dipakai untuk memperkecil emisi gas-gas asam yang keluar pada saat pembakaran batubara.

Dewasa ini manusia di berbagai belahan dunia mulai sadar akan perlunya menyelamatkan lingkungan dengan cara mereduksi maupun menjinakkan polutan-polutan yang terlepas ke lingkungan. Beberapa negara maju telah mengeluarkan peraturan sangat ketat dan menanamkan investasi cukup besar dalam rangka mengurangi polusi udara dari gas buang. Untuk penyelesaian jangka panjang, salah satu cara yang dapat ditempuh untuk menghindari terjadinya hujan asam adalah dengan menghentikan sumber hujan asam tersebut.

Teknologi FBC

Dewasa ini telah dikembangkan sistim peralatan berteknologi tinggi yang mampu mengurangi emisi polutan dalam gas buang yang dikeluarkan cerobong, baik dari pusat pembangkit listrik maupun industri lainnya yang membakar batubara. Berbagai upaya untuk memperbaiki reputasi batubara terus dilakukan dengan mewujudkan clean coal technology, salah satunya adalah dengan teknologi fluidised bed combustion (FBC). Teknologi ini di samping mempunyai efisiensi pembakaran batubara yang tinggi, juga mampu meredam secara drastis emisi gas-gas polutan seperti SOx dan NOx.

Emisi gas buang pada pembakaran batubara dengan teknik FBC bisa ditekan menjadi lebih rendah karena suhu operasi pembakaran batubaranya relatif rendah. Pada teknologi FBC, suhu operasinya sekitar 750-950 _C, sehingga batubara dapat terbakar secara efisien, tidak meleburkan abu serta sisa pembakaran lainnya. Pada suhu pembakaran 800 _C, emisi NOx dapat dikurangi hingga 33 �Karena prestasinya itu, teknologi FBC mampu menggeser teknologi pembakaran batubara cara kuno yang telah berumur lebih dari satu abad, yang dikenal dengan pulverised coal combustion (PCC). Pada teknologi PCC, karena suhu pembakarannya lebih tinggi, maka emisi gas NOx juga tinggi.

Dari Polutan ke Gipsum

Selain memperbaiki efisiensi dan sistim pembakaran batubara, sebagai upaya untuk mencegah berlanjutnya krisis ekologi dewasa ini juga telah dikembangkan sistim peralatan berteknologi tinggi yang mampu memisahkan gas-gas polutan seperti SOx dan NOx dalam gas buang dari pembakaran batubara. Salah satu metode untuk memisahkan polutan SOx dalam gas buang adalah dengan teknik flue-gas desulfurization (FGD).

Pemisahan polutan dapat dilakukan menggunakan penyerap batu kapur atau Ca(OH)2. Gas buang dari cerobong dimasukkan ke dalam fasilitas FGD. Ke dalam alat ini kemudian disemprotkan udara sehingga SO2 dalam gas buang teroksidasi oleh oksigen menjadi SO3. Gas buang selanjutnya “didinginkan” dengan air, sehingga SO3 bereaksi dengan air (H2O) membentuk asam sulfat (H2SO4). Asam sulfat selanjutnya direaksikan dengan Ca(OH)2 sehingga diperoleh hasil pemisahan berupa gipsum (gypsum). Gas buang yang keluar dari sistim FGD sudah terbebas dari oksida sulfur. Hasil samping proses FGD disebut gipsum sintetis karena memiliki senyawa kimia yang sama dengan gipsum alam.

Selain dapat mengurangi sumber polutan penyebab hujan asam, gipsum yang dihasilkan melalui proses FGD ternyata juga memiliki nilai ekonomi karena dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, misal untuk bahan bangunan. Sebagai bahan bangunan, gipsum tampil dalam bentuk papan gipsum (gypsum boards) yang umumnya dipakai sebagai plafon atau langit-langit rumah (ceiling boards), dinding penyekat atau pemisah ruangan (partition boards) dan pelapis dinding (wall boards).

Amerika Serikat merupakan negara perintis dalam memproduksi gipsum sintetis ini. Pabrik wallboard dari gipsum sintetis yang pertama di AS didirikan oleh Standard Gypsum LLC mulai November tahun 1997 lalu. Lokasi pabriknya berdekatan dengan stasiun pembangkit listrik Tennessee Valley Authority (TVA) di Cumberland yang berkapasitas 2600 Mega Watt.

Produksi gipsum sintetis merupakan suatu terobosan yang mampu mengubah bahan buangan yang mencemari lingkungan menjadi suatu produk baru yang bernilai ekonomi. Sebagai bahan wallboard, gipsum sintetis yang diproduksi secara benar ternyata memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan gipsum yang diperoleh dari penambangan. Gipsum hasil proses FGD ini memiliki ukuran butiran yang seragam. Mengingat dampak positifnya cukup besar, tidak mustahil suatu saat nanti, setiap PLTU batubara akan dilengkapi dengan pabrik gipsum sintetis.

Mengubah Polutan Menjadi Pupuk

Peralatan berteknologi tinggi lain yang kini mulai dipakai untuk menjinakkan polutan penyebab hujan asam adalah electron beam machine atau mesin berkas elektron (MBE). Prinsip kerja alat ini adalah menghasilkan berkas elektron dari filamen logam tungsten yang dipanaskan. Berkas elektron selanjutnya difokuskan dan dipercepat dalam tabung akselerator vakum bertegangan tinggi 2 juta Volt. Jika gas buang yang mengandung polutan sulfur dan nitrogen diirradiasi dengan berkas elektron dalam suatu tempat yang mengandung gas ammonia, sulfur dan nitrogen itu dapat berubah menjadi ammonium sulfat dan ammonium nitrat. Teknik irradiasi elektron untuk menjinakkan polutan dalam gas buang ini telah dipelajari di Jepang sejak tahun 1970-an.

Proses pembersihan gas buang dilakukan pertama-tama dengan mendinginkan SOx dan NOx dengan semburan air (H2O). Ke dalam campuran senyawa ini selanjutnya ditambahkan gas ammonia dan dialirkan ke dalam tabung pereaksi (vessel). Campuran senyawa yang mengalir dalam tabung pereaksi ini selanjutnya diirradiasi dengan berkas elektron. Karena mendapatkan tambahan energi dari elektron itu, maka gas-gas polutan akan berubah, SOx menjadi SO3 dan NOx menjadi NO3.

Masih dalam pengaruh irradiasi elektron, kedua senyawa tersebut bereaksi dengan air sehingga dihasilkan produk antara (intermediate product) berupa asam sulfat dan asam nitrat. Setelah 0,1 detik dari proses irradiasi, produk antara (asam sulfat dan asam nitrat) bereaksi dengan ammonia sehingga dihasilkan produk akhir berupa ammonium sulfat dan ammonium nitrat. Kedua senyawa ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk sulfat dan pupuk nitrogen. Wujud fisiknya pun berubah, yaitu dari gas menjadi kristal/partikel.

Penelitian skala laboratorium yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian Tenaga Atom Jepang (JAERI) bekerjasama dengan perusahaan Ebara menunjukkan bahwa dosis radiasi berkas elektron sebesar 15 kilo Gray (kGy) mampu mengubah 95 �Ox dan 85 �Ox menjadi senyawa yang tidak berbahaya. Sementara itu, penelitian pembersihan gas buang sisa penyinteran bijih besi yang dilakukan oleh Nippon Steel Corporation menunjukkan bahwa MBE ini dapat mereduksi 85 �Ox dan 95 �Ox yang terlarut dalam gas buang. Penelitian yang telah dilakukan di AS dan Jerman bahkan mencatat bahwa irradiasi dengan MBE ini mampu mereduksi polutan hingga 99 �

Pemakaian berkas elektron untuk menjinakkan gas-gas polutan seperti SOx dan NOx ini mempunyai beberapa keuntungan, antara lain : proses penjinakan dapat dilakukan secara serentak dalam waktu yang sangat singkat, merupakan proses kering dan langsung satu tingkat, serta hasil akhirnya berupa bahan baku untuk pembuatan pupuk yang bernilai ekonomi dan dapat digunakan dalam sektor pertanian.

Daftar Pustaka

  1. ANONIM, Desulfurization System : Technology that Prevents Air Pollution, Kenshu-In, No. 74, JICA, Japan (1994) pp. 6-8.
  2. ANONIM, Persistent Quest, Research Activity 1997, JAERI, Chiyoda-ku, Tokyo 100-0011, Japan (1997) pp. 22.
  3. GORE, A., Bumi Dalam Keseimbangan (terjemahan oleh Hira Jhamtani), Yayasan Obor Indonesia (1994).
  4. LANSFORD, H., Pencemaran Lingkungan, Ilmu Pengetahuan Populer, Vol. 4, Grolier International Inc./P.T. Widyadara, Jakarta (1997) Hal. 52-68.
  5. LARASATI, T.R.D., Penggunaan Teknologi Radiasi Dalam Pengendalian Polusi Gas Buang, Warta, No. 9, tahun IV, BPPT, Jakarta 10340 (1992), hal. 18-21.
  6. NISBET, I., Hujan Asam, Ilmu Pengetahuan Populer, Vol. 4, Grolier International Inc./P.T. Widyadara, Jakarta (1997) Hal. 73-76.
  7. RIDWAN, M., Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dan Lingkungan Hidup, Prosiding dialog PLTN dalam kerangka kebijaksanaan energi jangka menengah dan panjang, Pusat Studi Energi UGM, Yogyakarta (9-10 September 1998), hal. 88-91.
  8. SLAMET, J.S., Kesehatan Lingkungan, Gajah Mada University Press, Yogyakarta (1996).
  9. SOEDOMO, M., Pencemaran Udara (kumpulan karya ilmiah), Penerbit ITB, Bandung (1999). 1
  10. WEST, B., SANDMAN, P.M. dan GREENBERG, M.R., Panduan Pemberitaan Lingkungan Hidup (terjemahan oleh Sudiro), Yayasan Obor Indonesia (1998). q

Sumber : Elektro Indonesia (Nove,ber 2000)

Kalau marah…ngapain ya?

Desember 21, 2008

05.22 pagi, sms masuk………….. isi tidak berkenan di hati, kesellll

telepon balik…. biar clear… cuma ngobatin 1/2 saja .. masih kesel

Kalo dipikirin.. tambah kesel..

jadi…….Ambil sepatu, .. pake setelan lengkap buat jogging …….RUNNNNNNNNNNINGGGGGGG.

satu putaran.. dua putaran.. tiga putaran, aku gak mau berhenti… nafas ngos-ngosan.. rada sesek… tapi aku mau terus lariiiiiii biar gak keselllllllllllll….  empat putaran …lemes….!!!!

ternyata rada lega.. aku nungging gaya yoga yang diajarkan guru senam, 30 hitungan aku tahan.. keringat bercucuran..aku  cuek…

40 hitungan aku udah gak tahan, posisi berdiri tegak lagi… plong…

Merem…tarik nafas… ahhhh lumayan…kupandangi sawah yang membentang disisi kanan tempat joging… hijau.. nikmat. ademmmmm

Jum’at kemaren gak sengaja ngomongin tentang  marah juga.

Ada yang  kalo marah sama orang,  maka  akan pergi tanpa berkata apapun

Ada orang yang marah dengan memaki-maki, nunjuk-nunjuk dan setelah itu selesai… dia bisa tenang, seolah-olah tidak terjadi apa-apa (padahal yang dimarahin masih sakit hati…he he ).  Menurutnya dengan mengeluarkan unek-uneknya maka ada perasaan puas dan tidak ngedumel lagi.

Ada juga yang marah, terus pergi,  pasang wajah cemberut sepanjang hari dan menunggu orang ybs untuk datang menyelesaikannya

Ada juga yang marah,  mencoba menyelesaikan masalah saat itu, dengan kalimat setenang mungkin  (walau dipaksakan)…selanjutnya menangis.. ha ha ha

Aku punya kutipan hadis tentang marah :

‘Sebaik-baik anak Adam ialah mereka yang lambat marahnya dan segera pula reda apabila sudah marah, dan sejahat-jahat anak Adam ialah yang cepat marahnya dan lambat pula reda marahnya.’
(Hadis petikan Imam Ghazali dalam kitab Mauizhatul Mukmin)

Berikut tips untuk melenyapkan marah :

1. Bacalah ta`awudz.

“Dua orang lelaki telah bermaki-makian di majlis Nabi s.a.w. Yang satu memaki temannya dalam keadaan marah sedang wajahnya merah padam. Maka berkata Nabi s.a.w. , “Aku tahu penawarnya, jika dia mengucapkan audzubillahi minasy Syaitanirrajiim, niscaya akan lenyaplah apa yang merasuknya.”  (Hadis Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

2. Ganti posisi.

Jika ucapan ta`awudz belum juga menghilangkan marah, posisikan tubuh kita menjadi lebih rendah dari sebelumnya. Misalnya, jika amarah datang sementara kita sedang berdiri, maka duduklah. Atau jika sedang duduk, rebahkanlah tubuh.. atau lari macem yang aku lakukan (kan sama ganti posisi juga)

3. Diam atau tidak berbicara.

Cara ini sangat ampuh untuk mengontrol amarah. Berbicara saat sedang marah sangat berbahaya, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad disebutkan, “Apabila di antara kalian marah, diamlah”. Kalimat ini diucapkan Nabi Muhammad hingga tiga kali.

4. Berwudhu

“Sifat marah itu daripada syaitan, dan sesungguhnya syaitan itu diciptakan daripada api. Dan api hanya dapat dipadamkan dengan air. Maka jika seseorang daripada kamu marah, hendaklah ia berwudhu”  (Hadis Riwayat Ahmad)

5. Ingin lebih tenang lagi?

Lanjutkan dengan salat Syukrul Wudhu sebanyak dua rakaat. Salat ini bisa dilakukan kapan saja, kecuali pada saat yang diharamkan, yaitu seusai Isya dan Magrib atau seusai Subuh dan Duha ( saat terbenam dan terbit matahari).

6. Do’a untuk melenyapkan marah :

Allahummagfirlii dzambi wa adzhib ghaizha qalbii wa ajirnii minasysyaithaan.
“ya Alloh ampunilah dosaku, hilangkan kemarahan hatiku, dan lindungilah aku dari syaitan.” (Hr.Abu Daud)

Masalahnya kalau lagi marah suka lupa melaksanakan wudhu atau baca do’a untuk menghilangkan marah.. duhhh

The Last Concubine

Desember 21, 2008
concubine-cover-shadow
Judul : The Last Concubine
Pengarang : Lesley Downer
Penerbit : MataHati
Jenis buku : Fiksi Sejarah

The last Concubine adalah kisah kepahlawanan para samurai, keteguhan sikap para ronin dan kesaksian seorang perempuan yang diangkat sebagai selir oleh shogun di era Tokugawa, Sachi.

Didalamnya memaparkan dan membawa kita untuk melihat jepang sekitar tahun 1861 dimana saat itu kekuasaan ada ditangan shogun.

Menceritakan tentang perebutan kekuasaan antara pendukung kaisar dan pengikut setia shogun serta masuknya pihak asing ke negara tersebut yaitu Inggris.

Intrik disekitar selir, dayang dan pengikutnya dan yang paling asyik adalah kisah cinta sang selir dengan seorang ronin… dan saat itu dianggap hal yang tidak mungkin bisa bersatu karena derajat manusia ditentukan oleh kedekatannya dengan sang shogun ditambah lagi keterikatan sang selir dengan sang shogun.

………..”Aku..Aku menyukaimu…ini bukanlah kasih sayang, seperti dirasakan laki-laki kepada orang tuanya, atau rasa hormat; seperti yang dirasakan negeri ini kepada istrinya; atau bahkan nafsu, seperti yang dirasakan laki-laki terhadap perempuan penghibur. Ini jauh lebih berarti. Tapi lebih dari semua itu, Jika disatukan. Inilah yang mengikat seorang laki-laki kepada seorang perempuan, selamanya. Dalam bahasaku ini disebut rabu- Love…”

Sachi harus mencari pula tentang jati dirinya, tentang masa lalunya, tentang akhir persaannya kepada si orang asing dan kepada sang ronin dan sang shogun… uhhh complicated lah..

Kisahnya detail dan buku ini dibuat berdasarkan penelitian serta referensi-referensi yang cukup banyak. Selain itu ada tinjauan di lokasi-lokasi kejadian.. hebat kan..?

Selamat membaca…hanya 658 halaman!

Coretan

Desember 17, 2008

tree-sunset

Cinta yang tulus adalah berkatNya.

Jatuh cinta adalah anugerahNya.

Kasih sayang adalah ciptaanNya.

Semua berkat, anugerah, dan ciptaan-Nya adalah baik dan abadi

Surat dari Jasmine

Desember 16, 2008

coretan

Malam ini aku asyik depan computer. Tiba-tiba anakku yang bontot memelukku dan seperti biasa kalo ada sesuatu yang penting menurutnya dia akan bisik-bisik..

“Bunda.., ade punya kejutan buat Bunda…” katanya. Jasmine memang memanggil dirinya dengan sebutan Ade.

“O..ya !!!” jawabku, ekspresiku harus dibuat sekaget mungkin karena kalo ekspresinya biasa-biasa, jasmine akan protes.

” apa tuch….?” , dengan nada exiting tentunya.

“Bentar ya Ade ambil dulu ” masih dengan berbisik Jasmine menjawab. Dengan berlari dia kembali ke kamarnya..

Dengan ekspresi happy, dia kembali menghampiriku dan seperti biasa kalo mau memberi kejutan kami sekeluarga biasa mengekspresikan agak heboh ” elem dulu elem….” . maksudnya sih “merem dulu merem…!!!”).

Aku tutup mata, pura-pura sich dan dia menyimpan sesuatu ditanganku.

” Taratttttttt…..!!  buka matanya….!!”  suara Jasmine agak melengking

Aku membuka mata  “Haaaaaaaah… apa ini De…!!! ” kataku.,  ekspresiku harus dibuat amat kaget dan exiting.

“surat buat bunda….”jawabnya. Ekpresi jasmine saat ini kalem..cool, kayak orang yang menang perang..

“Wah.. terima kasih…” jawabku seneng (kali ini bener-bener seneng.).

Sebuah pelukan dan kecupan di hidungnya yang mungil aku berikan, sebagai tanda terima kasih.

“Boleh dibuka ? ” tanyaku

“Boleh….” jawab Jamin. wajahnya happy. dan seperti menunggu ekspresiku selanjutnya.

Aku buka dan ternyata dia menulis dan menggambar sesuatu, “Wah… apa ini cantik…” kataku.

Belum sempat aku baca, Jasmine sudah mengambil lembaran kertas lipat berwarna kuning dengan warna putih disebaliknya dari tanganku..

“Sini Ade bacain ya…” potongnya. “Disekitar ade ada Bunda mau beli kambing..” dia melanjutkan.

“ohhhhh…., ceritain dong sama Ade.”, pintaku..

“Gini Bunda, ini kan Ade”. dia menunjuk gambar anak kecil.

“dan yang ini Bunda..” dia menunjuk gambar perempuan yang agak besar.

“Nah ini kambing Ade ” , ade menunjuk gambar kambing.

“Waktu kemaren kan Ade beli kambing, dan ini harganya..”. dia menunjuk tulisan angka, yang menurutnya adalah harga kambing, tulisannya sich 500.9.

“wah bagus banget De…” kataku tulus.. “Bunda seneng banget..dan ini pasti ade cerita tentang qurban kemaren kan..?”, lanjutku.

“Iya.. dan ini kambingnya perempuan, cantik, jadi bulu matanya lentik ” lanjutnya lagi. Aku amati gambarnya lagi dan memang dia gambar kambingnya dengan bulu mata lentik dan bibirnya seperti untuk menggambarkan kambing betina.

“oh… hebat Ade…, terima kasih ya…Boleh Bunda simpen” kataku

“Boleh….” ekspresi puas terpancar dari wajahnya.

Itu adalah sepotong kisah tadi malem. Kisah yang teramat biasa, tapi buat buatku memberikan pesan tersendiri.

Aku merenungkan yang sudah Jamine tulis dan gambar. Buat Jasmine, acara qurban kemarin sangat berkesan rupanya.

Aku jadi membayangkan, bagaimana seandainya yang kita berikan kepada anak-anak adalah referensi atau kejadian-kejadian tentang sesuatu yang kurang baik bahkan cenderung buruk. Misalnya pertengkaran orang tua, perilaku yang kasar atau secara tidak sengaja kita melakukan sesuatu yang buruk didepan mata anak-anak.

Artinya secara permanent mereka akan  rekam di memorinya dan itu akan dijadikan referensi..

Duhhhh… mudah-mudahan aku bisa memberikan referensi yang baik-baiksaja untuk anak-anakku.. semoga.

Malam ini aku menikmati malamku dengan secercah harapan untuk masa depan anak-anakku, “ijinkan hamba menyertainya sampai mereka menjadi dewasa dan berguna untuk orang lain Ya Alloh ‘, sepenggal do’a kupanjatkan..amien..

Bandung, 14 Desember 2008, 20.21WIB.

HOME – Blake Shelton

Desember 15, 2008
Blake Shelton – HOME

[clearspring_widget title=”Lyrics” wid=”492da13d111f5ab4″ pid=”49465ef98e6dbd2a” width=”300″ height=”270″ domain=”widgets.metrolyrics.com”]
Lyrics